FA Hapus Babak Perpanjangan Waktu Di Piala Liga Inggris

Aturan Baru Babak Perpanjangan Waktu Dihapus Ganti Adu Penalti

Aturan Baru Babak Perpanjangan Waktu Dihapus Ganti Adu Penalti – Mulai musim ini, Piala Liga Inggris menerapkan aturan baru. Salah satunya adalah menghapus babak perpanjangan waktu apabila kedua tim bermain imbang di waktu normal. Laga pun langsung berlanjut ke adu penalti. Peraturan baru itu diungkapkan oleh penyelenggara Piala Liga seperti dilansir Express.co.uk. “Menghapus tambahan waktu 30 menit secara langsung akan mengatasi masalah kelelahan yang terkadang terjadi pada laga tengah pekan yang berjalan lebih dari 90 menit.Faktor kelelahan itu dianggap menjadi salah satu alasan tim tak menurunkan skuat terbaiknya. Dengan aturan baru ini diharapkan pertandingan Piala Liga Inggris atau Carabao Cup bisa lebih menarik. Adu Penalti itu pun akan dilakukan dengan sistem lama yakni ABAB (atau bergantian), bukan sistem modifikasi baru yang sebelumnya sempat disetujui yakni ABBA.

Selain itu, ada sejumlah aturan baru lainnya. Akumulasi kartu kuning yang didapat di Piala Liga Inggris, hanya akan berpengaruh pada laga lain di turnamen yang sama. Sebelumnya, akumulasi kartu kuning sempat berpengaruh ke ajang lain seperti Liga Premier Inggris. Teknologi VAR juga mulai digunakan sepanjang turnamen. Berbeda pada musim lalu baru digunakan pada laga semifinal dan final saja. Namun begitu, babak perpanjangan waktu akan tetap diberlakukan di laga final.

Sistem Yang Terbaik

Babak tambahan dua babak memang menjanjikan sebuah pertandingan yang menarik, karena tim masih mempunya kesempatan 2 x 15 menit untuk saling balas€. Sistem ini juga lebih ramah untuk pihak televisi, karena estimasi waktunya dapat ditentukan. Jadwal ketat pertandingan sepakbola modern, lengkap dengan hak siar memang mengharuskan semua terjadwal dengan baik. Lalu manakah yang paling tepat? Sistem dua babak seperti sekarang, silver goal, atau bahkan golden goal? Keputusan FIFA yang kembali menggunakan sistem babak tambahan 2 x 15 menit juga bukan sesuatu yang buruk. Bahkan pada fase ini, ada situasi saling bunuh antar kedua tim. Jika tim superior mampu menjebol gawang lawan, mau tidak mau tim kedua yang — kendati kualitasnya lebih lemah– harus bangkit melawan guna mengejar ketertinggalan. Apa pun resikonya. Toh jika pun kebobolan lagi sama saja resikonya yaitu tersingkir. Lebih baik untuk balik menyerang dengan sesanggup-sanggupnya. Daripada tersingkir, bukan? Kunjungi Agen Taruhan Terbaik AG303.

Baca Juga :

Mantan Pemain Juventus Nyaris Jadi Korban Musibah Di Kota Genoa Italia

Piala Super Eropa 2018: Real Madrid Tantang Atletico Madrid!

Cabor Sepak Bola Asian Games 2018: Mampukah Timnas U-23 Taklukkan Palestina?

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *