Manchester United Butuh Pelatih Baru

Jose Morinho Masih Pantaskah Melatih MU

Jose Morinho Masih Pantaskah Melatih MU – Jose Mourinho memang terkenal karena kehebatan strategi dan manajemen pertandingan, dan dirinya manajer yang percaya bahwa kekuatan skuat ada di lini tengah. Tidak ada orang yang mampu untuk menggambarkan Jose Mourinho seutuhnya. Pelatih asal Portugal tersebut digambarkan sebagai seorang yang jenius namun di waktu yang sama juga digambarkan sebagai ambisius. Mourinho penuh dengan teka-teki. Dia bisa membuat orang lain frustasi juga bisa menjadi pembela terbaik atas kritik yang menimpa pemainnya.

Setiap kali pemain bermain buruk, Mou akan membicarakannya di media, namun juga bisa membela pemain itu ketika dikritik oleh penggemar. Mou pernah menukangi Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, dan Porto dengan memenangkan banyak gelar hingga kemudian datang ke Man United sejak dua musim lalu. Musimnya di Old Trafford tergolong biasa-biasa saja sejauh ini, meskipun di musim perdana memenangkan Liga Europa, dan gelar Piala Liga, namun mengecewakan di musim kedua tanpa trofi. Bagaimana dengan musim ketika Mou menukangi Setan Merah masih menjadi pertanyaan dengan dirinya kerap mengeluh skuatnya memiliki tur pra musim yang buruk saat ini.

Pengembangan Remaja yang Gagal

Di bawah besutan Sir Alex Ferguson, Man United dikenal dengan pengembangan bintang-bintang dunia jebolan akademi mereka, dan juga pemain yang didatangkan pada usia muda. Sebut saja seperti Ryan Giggs dan Paul Scholes. Sebaliknya Mou memiliki sejarah akademi dan program pemuda yang terpuruk di klub yang diambil alih sebelumnya. Marcus Rashford, Anthony martial, Matteo Darmian dan luke Shaw sebagai contoh pemain yang dikesampingkan Mou. Alih-alih, The Special One lebih mengandalkan pemain yang lebih tua. Padahal pemain tersebut memiliki potensi menjadi bintang dunia dan perlu didorong untuk bermain lebih banyak.

Kurangnya Gelar Juara

Mourinho dari awal telah meminta publik, media dan penggemar untuk tidak mengharapkan banyak gelar. Baik di musim pertama maupun kedua. Hal ini juga terjadi di klub-klub sebelumnya. Di Man United, Mou memenangkan Piala EFL dan Liga Europa pada tahun 2016/17. Namun gagal di musim 2017/18 setelah menghabiskan pengeluaran besar. Mou kini mulai kehabisan alasan dan menyalahkan para pemainnya. Bisa jadi musim ketiga adalah puncak dari musim terburuknya dengan klub berbalik untuk melawan kebijakannya. Kunjungi Agen Taruhan Terbaik AG303.

Baca juga :

Rahasia Dibalik Kehebatan Cristiano Ronaldo

Liverpool Jadi Calon Kuat Juara Liga Inggris Misim Depan

Gelandang Muda Ajax Geram Karena Dikaitkan Dengan Barcelona

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *